Minggu, 12 Juli 2009

i'll never let this go | part 3

Kami makan es krim di toko tempat kakak Riri bekerja. Syukurlah, sepertinya Alice menikmatinya. Es krim di sini memang enak. Yumm


“ah, Alice, berapa nomor handphone-mu ?”, kata Riri di tengah tengah keasyikannya makan es krim, sambil menyodorkan handphone-nya ke tangan Alice, dan Alice mengambilnya.


“emh... nah, sudah. Ini.”, kata Alice menyerahkan kembali handphone Riri setelah mengetikkan nomornya.


“aku missed call, ya.” Kata Riri dan sesaat kemudian handphone Alice berdering.”simpan nomorku, ya.”, kata Riri, tersenyum


“tentu. Ah, aku juga mau minta nomor Hana dan Rei, boleh kan ?”, katanya sambil tersenyum. Alice cantik sekali. Tersenyum dengan wajah segar seperti itu. Atau mungkin karena rambutnya pendek jadi terlihat segar ya ? pokoknya segar. Hm


“ah, tunggu sebentar. Riri, aku minta nomor Alice, aku missed call saja ya, Alice ?” kataku sambil mengetikkan nomor Alice dan memencet tombol “call”


“ah, aku juga.” Kata Rei


“ikut ikutan saja kerjanya”, kataku menggodanya


“suka suka aku kan. Mana sini ?”


“haha.. oh, baiklah, aku simpan nomor kalian bertiga ya. Lalu setelah ini kita mau ke mana ? pulang ?”, kata Alice, masih dengan perasaan senang. Terlihat dari wajahnya.


“tentu saja tidak, kita akan berbelanja.”, kata Riri menyisipkan stakato pada kata kata kesukaannya.


“oh”, kurasa hanya itu yang dikatakan Alice.




“jadi, Alice, kau tinggal di mana ?”, Tanya Riri sambil memilih milih baju. Jujur saja. Sebenarnya dia membantu sekali. Kalau saja dia tidak di sini sekarang. Kami mungkin hanya akan berdiam diri satu sama lain. Atau malah aku tidak akan pernah kenal Alice. Haah. Anak ini. Pikirku


“hm, aku tinggal di daerah sana, di dekat perusahaan air minum itu lho.”, katanya sambil menggerak gerakkan tangannya.


“kau benar tinggal di situ ?”, kataku kaget. “itu kan kawasan elite.” Kataku lagi. Baru kali ini aku bertemu dengan orang yang tinggal di salah satu rumah yang semuanya berlantai 3 dengan gaya Amerika.


“hmm... iya aku tinggal di sana. Kalian mau main ? ah, tapi mungkin tidak sekarang, lain kali mau ?”, katanya mengajak kami ke istana. Haah


“tentu. Tentu.”, kata Riri


“emh, ngomong ngomong, Rei ke mana ?”, tanyaku yang baru saja menyadari salah satu sahabatku tidak ada bersamaku


“tadi sepertinya dia mendapat telepon lalu pulang.”, kata Riri menjelaskan. Ah, dia memang sejak tadi terus bersama Rei.


“oh..”, kataku


Akhirnya kami pun sukses berkeliling mencari cari baju selama hampir 3 jam tanpa membeli apapun. Dan tahukah anda apa alasannya ? Riri lupa membawa uang. Saat ditanya mau dipinjami uang Alice dia menolaknya dengan tegas. Dasar anak manis. Dan dia juga sukses membuat kakiku mati rasa karena kedinginan. Maaf saja. Kami tidak berbelanja di toko yang hangat. Tapi di emperan di pinggir jalan dan saat itu suhu hanya 4 derajat celcius. Hahahaha. Menyenangkan sekali. Ya sudahlah. Toh akhirnya kami berpisah dan pulang.


Aku sedang meng-update status facebook-ku saat tiba tiba handphone-ku bunyi. Alice. Ada apa ya, pikirku.


“halo”, kataku saat mengangkat teleponnya


“ah, apakah ini Hana ?”, tampak sedikit kegelisahan yang menyelimuti suaranya saat dia menanyakan hal itu.


“iya, aku Hana, ada apa Alice ?”, kataku sedikit bingung


“oh. Tidak apa apa. Hanya ingin memastikan. Maaf aku mengganggumu, selamat malam.”, kata Alice terburu buru dan langsung mematikan teleponnya sebelum aku membalasnya.


Ada apa ini ? kan kalau hanya ingin memastikan sms juga bisa. Batinku.

Ya sudahlah. Mungkin dia mengira aku sedang tidak punya pulsa. Haha. Karena hari sudah sangat larut, kupikir lebih baik aku tidur saja sekarang. Jadi aku mematikan komputerku dan handphone-ku seperti yang biasanya kulakukan. Dan akupun pergi ke alam mimpi yang hangat.


*lanjuuut nantiiiiiiiiiiiiiiiii

Sabtu, 04 Juli 2009

i'll never let this go | part 2

kami saling berjabat tangan sampai Rei dan Riri akhirnya datang.

"Hana !", kata Riri nyaring. memanggilku. tentu saja

aku menengok ke arahnya, begitu juga Alice, dengan gerakan yang anggun nyaris sempurna, malah.
"ah... halo..", katanya sambil menunduk kepada Alice

"hai," jawab Alice ramah

"kau kenal dia, Hana ?", tanyanya kepadaku. entah harus dibilang polos atau kurang sopan santun anak ini. aku tidak habis pikir.

"iya, baru saja", jawabku sambil menggodanya

"hmph....", Rei menahan tawanya melihat tingkah Riri yang tidak mengerti

tapi tiba-tiba saja Alice menjulurkan tangannya dan memperkenalkan diri, "aku Alice, baru saja tadi berkenalan dengan Hana. salam kenal."

Riri menyambut tangannya dan memperkenalkan diri,"Riri.. namamu Alice ? cantik.", kata Riri -sepertinya- tulus. memangnya kapan bocah polos itu bicara setengah hati. pikirku

Alice hanya tertawa sambil melihat Rei yang akhirnya menjulurkan tangannya dan berkata, "maafkan para bocah-bocah ini. aku Rei, kau yang tadi ditabrak Hana kan ? bagaimana rasanya itu ? sakit tidak ? dia itu ganas lho.", katanya kurang ajar. dan Alice menjabat tangannya.

"Rei !! aku kan tidak ganas.", kataku membela diri.

"sudahlah. Alice sendirian ?", kata Riri akhirnya

"iya.. ada apa ?", katanya kebingungan. tentu saja. mana ada orang yang tidak kebingungan setelah ditebak namanya oleh orang asing, bertemu dengan bocah superpolos, dan anak laki-laki iseng, semua dalam satu waktu dan diberi pertanyaan juga pernyataan tidak jelas. tentunya bingung. bilang aku kalau ada yang bisa tidak dibuat pusing karenanya. hebat sekali dia.

"mau jalan jalan bareng ? kita jadi berempat. bagaimana ? sekarang kan masih siang ? ayo.", kata Riri lagi. bocah seperti inilah yang mudah sekali ditipu. walaupun aku yakin Alice bukan orang jahat.

tanpa diduga ternyata mata Alice langsung bersinar sinar, "benarkah ? boleh ? ayo !", katanya

aku dan Rei sempat bertatapan heran melihatnya. ajaib sekali. bagaimanapun juga Alice itu tetap orang asing, kan. ampun.

*bentar bentar. baybay dulu. daaah

Rabu, 01 Juli 2009

i'll never let this go

karena saya tidak bisa tidur. diputuskan untuk membuat cerita ini. enjoy

"mmh..."
"cit.. cit.. cit.."
uukh, sudah pagi ya ? pikirku.
"hoaaaaaaaahhmm..". "selamat pagi", kataku menyambut pagi

"HANAAAAAAAAAAAAAAA !!!! cepat turun !!!" eukh.. pagi pagi begini. ada apa sih ?

"iya, aku turun...." kataku sambil menuruni tangga rumahku yang mungil

"akhirnya bangun juga. mentang mentang sekarang sedang libur sekolah lalu kau mau tidur terus sepanjang hari ? ayo makan ! kau bilang ada janji hari ini ?" kata ibu. panjang kali lebar sama dengaaaan......... OH TIDAK !

"jam berapa ini ?" kataku cemas

"sekarang ? hampir setengah sepuluh, kau ini mau jadi apa ? anak gadis tidak baik baru bangun jam segini..." kata ibuku sambil menyiapkan sarapan

"afhu thelambhat, bhaghaimana ihi ?" kataku sambil tergesa gesa makan

"makan yang benar !" kata ibu, sambil menepuk nepuk punggungku

"ukkh.... aku sudah selesai" kataku saat makanan di piring tinggal setengah

"habiskan makananmu !" kata ibu, tidak bisa melihat keadaan. bagaimana sih ?

"celakaaa ! aku terlambat, bagaimana iniii ? uukh..." cepat cepat aku mandi lalu mengenakan pakaian sekenanya, cuaca di luar sepertinya dingin, aku akan pakai mantel saja.
kukenakan mantel hijauku di atas dua lapis bajuku, mengenakan syal, dan topi. "sepatuku di mana ? ibuuuu !!! lihat sepatuku tidak ??" kataku sambil mencari sepatu doc.marten kesayanganku

"sepertinya kau taruh di bawah tempat tidur", kata ibu menjawab dari bawah

"ah. ketemu.", buru buru aku memakainya, sampai tanganku bergetar
aku berlari menuruni tangga dan menyambar tasku yang masih ada di ruang mantel depan.
"ibu, aku pergi dulu." kataku sebelum menutup pintu

"hati hati ya !", kata ibu dari dapur

"hosh, hosh.. mana yang lainnya ?" kataku saat sampai di tempat janjian

"Hanaaaaa !!!" kata seseorang dengan suara yang mungil

"ah.. maaf aku terlambat," kataku sambil berlari menuju suara tersebut

"lagi lagi kau.. dasar nona karet." kata suara orang lainnya. di belakangku. Rei, tentu saja dia

"aku kan sudah minta maaf", kataku sedikit sebal

"kalau minta maaf saja menyelesaikan masalah, kenapa harus ada hukum ?," katanya membalasku

"dan polisi." aku menambahkan. eh, apa ? bodohnya aku

"sudahlah jangan bertengkar. Hana kan sudah datang. ayo !," kata suara mungil yang berasal dari seorang perempuan bernama Riri.

"ayo", kataku menggandeng tangan kedua sahabatku.
"kita mau ke mana ?" tanyaku

"itu.." kata Riri sambil menunjuk toko yang baru dibuka

saat masuk ke dalamnya kau akan mengira sedang berada di Amerika. semuanya bernuansa Amerika. hebat sekali
barang barang yang dijual juga indah sekali.

"aduh.", kata seorang yang -tanpa sengaja aku menyenggolnya karena terlalu terpesonanya aku dengan toko itu- dengan suara yang lembut sekali. hampir seperti bernyanyi.

"ah, maafkan aku, maaf" kataku sambil menunduk

"ah, sudah, tidak apa apa. tidak usah seperti itu." katanya lagi sepertinya merasa tidak enak

"ah, iya" kataku sambil menengadah dan melihat wajahnya
"Alice ?" kataku, kaget

"bagaimana kau tahu namaku ?", kata gadis itu. juga kaget

"ah, tidak. kau hanya.. mirip dengan tokoh Alice yang pernah kubaca di buku cerita." kataku keheranan

"ah, senang mendengarnya. aku Alice, kau ?," katanya memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangannya padaku

"ah, aku Hana.", kataku menjulurkan tanganku juga. serius namanya Alice ? kalau begitu dia orang asing ?

*to be countinued

p.s : walaupun judulnya begitu. GA ADA HUBUNGANNYA SAMASEKALI SAMA PARAMORE
hehe :D

Selasa, 16 Juni 2009

jadi gini ya...

jadi tuh, gue sekarang lagi ga ada kerjaan *boongnya ketauan banget
*gapapa ya belajar buat ulangannya nanti malem aja ya
milkysmile

jadi...
hari kamis (kirakira) 2 minggu yg lalu, gue, ines, eka, sama ichan pergi nyari sponsor gitu, disuruh buat pensi
*kan ceritanya saya tuh OSIS gituuuh milkysmile

jadi, ada 3 perusahaan yg harus didatengin

  • aneka yess !
  • three
  • hophop
sebenernya si hophop ini cuma karena deketan sama kantor three aja jadi dimasukin ke list juga. *tadinya mah enggaaaak milkysmile
jadinya tuh kantor three ada di jalan boulevard raya kelapa gading, nah kantor hophop ada di mall kelapa gading. sekalian deh. hehe
milkysmile

jadi, ceritanya begini
pas mau ke kantor aneka yess ! (kan deket, cuma di salemba) naik bajaj bbg. ihihihihi
desek desekan, ih. gue dipangku loh ! sama ines. ckckckmilkysmile
eh pas uda di bajaj, eka tautau mendadak berdiri sambil teriak "aaaaaaaaaargh !"
mukanya persis kaya gini
Photobucket
huahahahahaha !!! semuanya pada ketawa. ada apaan mendadak diri bikin kaget begitu ?
katanya kaya ada yg nyubit dari bawah
haaah ??
di bajaj yg sempit begini ? masa sih tangannya ines ato ichan nyubit pahanya eka ? yg bener aja dong !

udah gitu, si ichan mau makan makaroni gitu kaaaan. eh pas dibuka tautau itu makaroni berhamburan semua ke kursi bajaj. jiaaah. pada ketawa lagi
pas nyampe baru deh keliatan kerusakan yg kami akibatkan di bajaj tersebut milkysmile

udah ke kantornya, harus bikin janji. jadi proposalnya dititipin ke penjaganya deh.
yaudah, mau ke kantor berikutnya, tadinya mau naik bajaj bbg lagi, jadi ngeberentiin deh
ditawar ke cempaka mas, eh maunya 20.000
gajadi. alhasil bajaj itupun pergi

eka : ah, gila, mahal. 20.000
ines : yaudah, jadi sekarang pulang nih ?
eka : iya
gue : naik apa ?
eka : bajaj
ichan : laaah itu bajaj. *sambil nunjuk bajaj yg tadi pergi
eka : yaaaaaaaaaaaaah. iyaya, itu bajaaaaaaaaaaaaj. gimane ?

alhasil kita nungguin bajaj lagi, terus gue sama ines ke rumah ichan, makan.
eka pulang naro tas
abis itu kita berangkat lagi *kali ini naik taxi milkysmile

ke ITC cempaka mas, nyari2 kantor three. tautau gaada, weeek. diboongin Photobucket
siapa tuh yg bilang kantor three ada di ITC cempaka mas ?!milkysmile

yaudah, kita ke kelapa gading deh. naik taxi lagii.. *ongkos buuu
nah pas di taxi, tautau ichan nanya gini

(i)chan, (in)es, (r)ani, (e)ka
i : ni, mall apaan nes ? *sambil nunjuk mall yg lg kita lewatin
in : hah ? lo gatau chan ?
i : ni mall apaan ? gue ga pernah liat ?
r : hah ? ga pernah liat ?
in : mall artha gading, ichaan
e : masa sih lo ga pernah liat ?
i : serius. gue taunya kelapa gading doang. makanye gue kaget ada mall kaya beginian
in : apaan laagi ?!

nah. sampe di kantor three, ternyata managernya udah pulang.
jadi proposalnya dititipin lagi. mumpung ada di three, eka nanya nanya tentang cara aktifin no. dia yg ilang.
pas eka lg ngobrol2 ama mbak2nya. gue bt dan melihat lihat mesin ambil tiket yg ada di situ
ada perintah
"silakan sentuh kotak abu abu pada layar anda"
yaudah, gue sentuh deh. eh ternyata tiketnya keluaaaaaaaaar !!! waaaaaaa, bagaimana iniiiiiiiiiiiiiii ??!!!! Photobucket

akhirnya pura2 gatau aja. dan setelah eka selesai dgn urusannya, kami pun buru buru kabur
*maluuuuu

yaudah, ke gading 3 yg ada (tepat) di depannya,
ke kantor hophop
nyarinyari, diboongin sama satpamnya *gimana si paaaak ??milkysmile
ketemu banyak orang *yaiyalaah
dan ada yg dari belakang mirip lee young jai
(tulisannya bener ga ?) yg main serial fullhouse itu lohPhotobucket
huehehehe. pake vest
eh si ichan malah nanya
"vest apaan, ka ?"

BUSET DEH LO ! tanya bu surta deh sono ! (guru tata busana gue)
pas di eskalator ichan duduk di situ, (kebetulan eskalatornya turun)
pas udah sampe bawah, dia buruburu diri, abis itu kesakitan megangin pantatnya
katanya
"aduh, gila. lama lama nyempit eskalatornye"

buset dah chan. autis lo ah
udah ke hophop
pulang

tadinya tuh mau jalan sampe rawa mangun. bleeekk Photobucket udah gila kali ya ?
akhirnya setelah tau ga bisa nyebrang, akhirnya naik taxi
pulang, tidur. mimpi
hahahahaha

autissss

Selasa, 09 Juni 2009

aku sayang 8.4

pas pertama masuk kelas ini, rasanya aneh banget. ga ada yang rani senengin.
dulu duduk sama wiwid, temen rani waktu kelas 7.2
abis itu pindah sama zulha. sekarang sama ela.

kalo inget dulu tuh masih sering nyesel banget masuk 8.4
pengennya masuk 8.3
tapi sekarang berubah sama sekali
dulu sering nangis inget sama kelas 7.2
benci banget sama anggota 8.4
sekarang sayang banget
dari temen sebangku rani, ela yang walopun ngeselin tapi baik, tamtam, riska, zulha, dilla, indah, 4guys. susah banget ngebayangin dikit lagi bakalan pisah sama mereka

semuanya, dari yang kocak sampe yang pendiem ada. dari yang pinter banget sampe yang paling goblok se-smpn 7 jakarta juga ada,
bentar lagi pisah kelas. belum lagi kalo nanti ada yang ngga naik kelas. bakalan susah ketemunya. ato malah bisa jadi pindah. kaya tamtam
katanya tamtam mau pindah ke palembang (aduh jauh banget taaaam. jangan dong)

mau ngerumpi terus
mau makan kue buatan indah terus
mau pinjem komik ke zulha terus
mau make carand'ache ela terus
mau ngejailin riska terus
mau ngeliatin 4guys terus
mau berantem terus sama anak cowo yang nyebelin

mau bikin kenangan manis sebelum bener bener kepecah belah
walopun cuma sehari.
mau bikin poto semua anggota 8.4
mau ketawa ketawa bareng
mau nangis bareng
mau ngebet bareng pas ulangan
mau ngejailin pa henu bareng bareng
mau makan diem diem bareng

mau semuanya bareng

pokoknya (buat semua anak 8.4 yang baca ini) jangan sampe kita pisah beneran ya. tetep jaga kontak, tetep temenan. sahabatan, tetep jadi keluarga yang rukun
walopun (mungkin, semoga enggak) nanti ada yang ga naik kelas ato pindah

jangan lupa
kita pernah disatuin di ruangan pojok paling bobrok itu
di situ kita jadi keluarga
jangan lupain ya

lirik lagu ini buat temen temen semua
I’m five years old
It’s getting cold
I’ve got
A big coat on

I hear your laugh
And look up smiling at you
And run and run

Past the pumpkin patch
and the tractor rides
The sky is gold
I hug your legs and fall asleep
The whole way home

I don’t know why all the trees change in the fall
I know that you’re not scared of anything at all
Don’t know if Snow White’s house is near or far away
But I know that I had the best day
With you today


[The Best Day Lyrics On http://www.elyricsworld.com/ ]

I’m thirteen now
And don’t know how my friends
Could be so mean

I come home crying and
You hold me tight
And grab the keys

And we drive and drive
Until we’ve found a town
Far enough away

And we talk and window-shop
Until I’ve forgotten all their names

I don’t know who I’m gonna talk to
Now at school
I know I’m laughing on the car ride home with you
Don’t know how long it’s gonna take to feel okay
But I know I had the best day
With you today

I have an excellent father
His strength is making me stronger
God smiles on my little brother
Inside and out
He’s better than I am

I grew up in a pretty house
And I had space to run
And I had the best days with you

There is a video
I found from back when I was three
You set up a paint set in the kitchen
And you’re talking to me

It’s the age of princesses and pirate ships
And the seven dwarfs
Daddy’s smart
And you’re the prettiest lady in the whole wide world

Now I know why all the trees change in the fall
I know you were on my side
Even when I was wrong
And I love you for giving me your eyes
Staying back and watching me shine

And I didn’t know if you knew
So I’m taking this chance to say
That I had the best day
With you today

jangan lupain keluarga kita ya

Minggu, 07 Juni 2009

terima kasih

terima kasih ya. cerita fiksinya uda selese nih

ini ada hadiah. maap kebanyakan hayley




Senin, 01 Juni 2009

fiction story - (untitled) | part 10 (last)

cklek, Hayl membuka pintu studio. wow.. sepi sekali, ada apa ini ? ke mana yang lain ?
aku dan Hayl kebingungan. tapi sesaat kemudian, Hayl mendadak tertawa. hah ? apanya yang lucu sih ? pikirku.
tadiny sih, tapi setelah itu Zac datang dari dalam sambil membawakan kue ulangtahun, yang terpampang namaku di sana. hah ? tanggal berapa sekarang ? 15 Oktober ? astaga aku bahkan lupa hari ulang tahunku.
aaahh... kuenya lucu sekali. kuakui. kuenya berantakan. tapi itu berarti mereka membuatkannya sendiri untukku.

"astaga, apa apaan ini ?". kataku, menahan tangis. di sana berdiri Josh, Jeremy, Zac dengan kuenya, Hayley, dan Jane.

"ini ulangtahunmu kan ? selamat ulang tahun." kata Josh sambil mengalungkanku kalung dengan liontin namaku "Giselle".

"aww... ini indah sekali... ada apa denganmu ?", kataku penasaran dengan semua kebaikan ini

"eh ? apanya ? aku hanya memberimu hadiah. apa itu aneh ?." tanyanya

"emm.. bukan. maksudku, kenapa kau selalu seperti ombak yang tidak tenang ? kemarin kau membuat skandal dengan Jane dan Hayl, sekarang kalian semua berkumpul di sini seakan akan tidak terjadi apa apa. jangan buat aku bingung dengan sikap kalian yang plin plan !", kataku... terdengar marah kurasa

"Giselle, well... Jane mengundurkan diri." kata Jeremy akhirnya

"hah ? kenapa ? Jane ? apa kau sudah tidak waras ?", kataku penasaran. kalau aku jadi dia aku tidak akan melepaskan kesempatan ini. yaa.. aku memang egois. hufh...

"hh... Giselle. kau boleh menganggapku apa saja. gila, tidak waras, bodoh. yah semaumu. tapi, aku merasa... aku bukan bagian dalam band. aku merasa... yah... tidak nyaman. selama ini aku cinta Paramore, aku senang bukan main lagu lagunya. dan terkadang aku ingin menjadi bagian dari mereka. tapi saat hal itu terjadi, aku malah merasa tidak pantas. dan merasa tidak sanggup. jujur saja, sejak aku masuk ke band, banyak sekali telepon tengah malam yang menggangguku. itu sangat... membuatku tidak nyaman." katanya panjang lebar

"hanya itu ?", kataku tidak percaya

"tentu tidak, Giselle. aku benar benar TIDAK PANTAS menerima ini. Hayley lebih baik daripada siapapun yang bisa menjadi vokalis di band ini." katanya akhirnya

"benarkah ? semuanya akan seperti dulu lagi ?" kataku belum bisa sepenuhnya percaya. rasanya aneh mengingat hal seperti ini terjadi begitu cepatnya. atau mungkin memang aku yang ketinggalan berita ?

"kau sudah puas sekarang ?", kata Hayl menggodaku

"umh... tunggu sebentar." kataku sambil melihat majalah yang kubeli. kulihat tanggal terbitnya, dan.. astaga.... ini sudah hampir seminggu yang lalu kan ? pantas saja.

brukk !
kubanting majalah terkutuk itu sekeras kerasnya ke lantai. lalu memeluk mereka semua

"terima kasih !!!" kataku bahagia

"untuk apa ?", tanya zac. aaaah... dia imut sekali

"untuk semuanya..."

kami semua tertawa dan makan kue. hahahaha. benar benar hari ulang tahun yang menakjubkan. tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. ah... nanti aku harus minta maaf pada ibu tentang pakaian ajaibnya yang kutinggalkan di semak. semoga saja aku masih bisa menemukannya sepulang nanti. tapi... tiba tiba aku teringat satu hal

"umm... Hayl, kau sebelumnya tidak bilang kalau masalahnya sudah selesai ?", tanyaku

"salahmu sendiri tidak mendengarkan teleponku sampai habis." katanya dengan mulut penuh kue

"tapi, kau bilang, "baiklah, aku yang akan menyelesaikannya." tapi masalahnya sudah selesai ?". kataku masih bingung

"karena kau bodoh. sekalian saja kukerjai. hahahaha. cukup menyenangkan." katanya cekikikan

"awh.. aku ditipu !", kataku. sebal

semuanya tertawa, yah tidak buruk, akhir yang membahagiakan sudah datang. tapi....
setelah itu aku kembali ke rumah sakit dan.... hah... silakan tebak sendiri

~(END)~

terima kasih buat semuanya.
sekarang ceritanya sudah tamat
maaf akhirnya aneh.

hahahahha
huuuh... lepas sudah beban di punggung

comment ya ;)

another cast : Zac Farro as Zac Farro


Jeremy Davis as Jeremy Davis


Rani Qurotu Aini Nichole Williams Boyd Urie Natsir Farro